logo-lamina-master-1.png

Minimally Invasive Spine Surgery

Berkomitmen memberikan layanan kesehatan nyeri dan tulang belakang secara paripurna

dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf yang berpraktik di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat, Lamina Pain And Spine Center, dan RSU Bunda Jakarta.

Dr Mahdian

Terapi syaraf terjepit dengan teknologi terkini minimally invasive.

 Seperti endoskopi, laser dan radio frekuensi yang dilakukan dokter berpengalaman dengan efek samping minimal

Endoskopi PELD

Seiring meningkatnya teknologi kedokteran, saat ini terdapat metode terbaru HNP yang relatif cepat dan aman untuk terapi syaraf terjepit di Lamina Pain and Spine Center...
View More

Laser PLDD

PLDD adalah salah satu tindakan minimal invasive untuk kasus-kasus saraf terjepit tertentu. PLDD dilakukan dengan menyuntikkan jarum yang diarahkan pada bantalan tulang...
View More

Endoskopi PECD

Teknologi terkini percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD) sudah dapat dilakukan. Salah satunya di Lamina Pain and Spine Center...
View More

IPM dan RFA

Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang medis, kini sudah berkembang metode Interventional Pain Management (IPM) yang mempelajari ragam...
View More

Endoskopi PSLD

Teknologi Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD) memungkinkan menuntaskan nyeri Anda tanpa operasi dan tanpa rawat inap. Jangan khawatir, di Indonesia...
View More

Profil Klinik Lamina Pain and Spine Center

KLinik Lamina

Lamina Pain and Spine Center merupakan pusat pelayanan masalah nyeri dan tulang belakang di Jakarta yang mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu kedokteran yakni kedokteran fisik dan rehabilitasi, bedah saraf dan anestesi.

Selama ini nyeri dan masalah tulang belakang, menjadi salah satu penyebab kecacatan terbesar yang dialami masyarakat di dunia maupun Indonesia. Ketakutan sebagian besar masyarakat akan prosedur pembedahan menjadi salah satu perhatian penting dalam pelayanan yang kami berikan, hingga muncullah konsep terapi intervensi dan minimally invasive surgery.

Keunggulan teknologi ini diantaranya, luka sayatan yang minimal, tanpa membutuhkan rawat inap, hasil terapi nyata dan langsung terlihat, serta proses pemulihan pasca-tindakan cepat sehingga pasien langsung dapat beraktivitas.

Selain kepakaran para dokternya, Lamina Pain and Spine Center juga didukung alat-alat mutakhir, mulai dari endoskopi, laser, platelet rich plasma, radiofrekuensi, serta alat diagnosis seperti USG, C-arm serta alat-alat rehabilitasi medik  (laser, ultrasound dan manuthera) dengan sumber daya fisioterapi berpengalaman.

Hadirnya Lamina Pain and Spine Center, diharapkan mampu menjadi penyedia layanan kesehatan pilihan masyarakat dalam mengatasi nyeri dan permasalahan kesehatan tulang belakang di Indonesia.

Apa yang Dapat Kami Tangani?Tangani Nyeri Secara MenyeluruhMenangani Nyeri Secara Komprehensif

ankylosing spondylitisCedera atau nyeri pada leher dan lengan yang berkepanjangan dapat mengganggu kegiatan Anda sehari-hari, karena kadang nyeri saat menyetir mobil, bahkan mengetik pun juga terganggu.

Penyebab nyeri bisa beragam, baik eksternal dan internal. Kenali nyeri Anda, dengan mengenali bagian mana terasa nyerinya, seberapa sering timbul, berapa lama, apakah nyeri timbul saatberaktivitas atau justru muncul saat beristirahat.

Penyebab nyeri pada leher ini dapat berupa pengapuran, tumbunya taji tulang, penyakit degeneratif, saraf leher terjepit, whiplash, spondilosis dan lainnya.

Bagaimana solusi untuk tuntaskan nyeri di area ini, tanpa bedah?

bamboo spineNyeri pada tulang belakang atau punggung kadang sering dianggap normal, apalagi mereda setelah beristirahat. Padahal nyeri di area ini bisa timbul akibat ada penyebabnya yang bisa berupa masalah pada sendi, otot, ligamen atau bahkan saraf hingga bantalan tulang yang ada antar ruas tulang belakang.

Apalagi nyeri ini dibarengi dengan kebas, kesemutan, mati rasa yang menjalar hingga kaki. Penyebabnya ini harus diatasi agar nyeri tak lagi mengganggu dan kelumpuhan pun bisa dicegah.

Sepatu sempit sebabkan kaki kesemutanGangguan pada saraf bisa menimbulkan gejala yang cukup mengkhawatirkan. Gejalanya bisa berupa nyeri, kebas, seperti ditusuk-tusuk, atau terasa tidak nyeman di area lengan atau kaki. Kemungkinan gejala-gejala ini menandakan adanya kerusakan saraf.

Pulihkan kaki dan tangan dari kebas atau kesemutan dengan nyaman hanya 45 menit.

Tulang belakang bekerja sebagai penopang tubuh agar tetap dalam kondisi tegak. Namun ada beberapa kelainan bentuk tulang belakang yang dapat mengganggu.

Bila bentuk tulang belakang tidak dalam bentuk kelengkungan yang normal, bisa mengganggu kualitas hidup Anda. Kelainan bentuk tulang belakang bisa berupa skoliosis. Penanganan skoliosis ini perlu dilakukan agar Anda dapat beraktivitas tanpa gangguan nyeri.

Nyeri punggung dan leherLamina Pain and Spine Center memiliki teknologi terkini untuk menuntaskan nyeri. Keberhasilan kami dalam menangani kasus-kasus nyeri tulang belakang, terutama saraf terjepit,  Meskipun kami berfokus pada nyeri dan tulang belakang, kami juga menangani semua kondisi yang berkaitan dengan nyeri, misalnya nyeri wajah sebelah, bahu, lutut, bahkan carpal tunnel syndrome.

Lamina Pain and Spine Center memiliki teknologi terkini untuk mengatasi nyeri. Keberhasilan kami dalam menangani nyeri didukung dengan pemeriksaan secara lengkap sehingga dapat melakukan penanganan sesuai dengan kondisi pasien. Keberhasilan ini juga didukung oleh para pakar kami yang sudah berhasil menangani nyeri, khususnya akibat saraf terjepit, dengan tidakan tanpa operasi.

saraf kejepit adalahSistem saraf merupakan sistem yang cukup kompleks untuk dipahami. Sistem saraf meliputi otak, sumsum tulang belakang, otot, dan saraf-saraf yang menghubungi semuanya. Bila ada masalah dengan jalur ini dapat menimbulkan gejala-gejala neurologis, yaitu kelemahan di lengan atau kaki, kesemutan dan nyeri di lengan/kaki, sakit kepala, mual, muntah, tremor, dan bahkan kesulitan bicara, menggunakan bahasa dan penglihatan.

Bila ada gejala ini dialami Anda, jangan tunda untuk jadwalkan konsultasi dengan kami karena kami memiliki beragam teknologi untuk membantu Anda tak nyeri lagi, terutama nyeri akibat saraf terjepit.

Saat konsultasi, kami akan melakukan pemeriksaan fisik yang komprehensif untuk mendapatkan diagnosis yang akurat agar dapat mendiskusikan pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda karena kami mengedepankan perbaikan kualitas hidup nanti yang tidak lagi terganggu oleh nyeri.

Dokter Terbaik dan Berpengalaman

Tim dokter Lamina Pain and Spine Center merupakan dokter-dokter spesialis berpengalaman dengan sub spesialisasi dan kompetensi handal.
Dr Mahdian

Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Dr Bismo Nugroho

Dr Bismo Nugroho SpBS

Dr Nelfidayani

Dr. Nelfidayani, SpKFR

Dr Wawan

Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP

Prof. Dr. Darto

Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Dr Yosi

Dr. Yosi Yudya, SpBS

Dr Sri Wahyuni

Dr Sri Wahyuni, SpKFR

Dr. Victorio SpBS, FINPS

Dr Ibrahim Agung

Dr. Ibrahim Agung, SpKFR

Lamina Pain and Spine Center
Kontak Kami:

Kami berkomitmen memberikan layanan kesehatan medis paripurna, dengan kualitas sumber daya medis dan tim dokter terbaik. 

Stay in Touch

Copyright 2020 © All rights Reserved. Design by Lamina Pain and Spine Center

Daftar Online

Dalam waktu 1 x 24 care line representative kami akan menghubungi nomer kontak Hp/Wa yang Anda daftarkan.

Contact Info

Endoskopi PELD

Seiring meningkatnya teknologi kedokteran, saat ini terdapat metode terbaru HNP yang relatif cepat dan aman untuk terapi syaraf terjepit di Lamina Pain and Spine Center yaitu dengan metode PELD (Percutaneous Endoskopi Lumbar Discectomy).
Terapi PELD menggunakan bantuan endoscopy, yakni sebuah alat mini yang memiliki kamera yang tersambung dengan layar monitor. Adanya kamera dan layar ini menjadikan operator dalam hal ini dokter bedah saraf melihat saraf tulang belakang yang terjepit bantalan sendi.
Dengan bantuan forceps grasping dokter bedah saraf akan memotong dan mengambil inti bantalan sendi yang mengeras dan menekan saraf. Pengambilan jaringan ini menyebabkan saraf tulang belakang terbebas dari jepitan. Secara berangsur nyeri yang dialami pasien juga hilang.

Laser PLDD

PLDD adalah salah satu tindakan minimal invasive untuk kasus-kasus saraf terjepit tertentu. PLDD  dilakukan dengan menyuntikkan jarum yang diarahkan pada bantalan tulang yang menonjol, kemudian melalui kabel fiber optic akan dialirkan laser (1200 Joule). Panas yang dihasilkan laser akan menyusutkan bantalan tulang sehingga tonjolan tersebut dapat kembali ke bentuk normal dan sarat pun terbebas dari jepitan.

Teknik ini dilakukan dipandu dengan teknologi C-arm terbaru yang dikenal aman dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Tim bedah saraf di Lamina Pain and Spine Center sudah berpengalaman dalam penggunaan laser ini untuk mengatasi rasa nyeri saat berjalan, kebas, kesemutan saat bangun dari tidur atau duduk yang selama ini dikeluhkan pasien juga akan hilang, setelah tindakan dilakukan

Endoskopi PECD

Teknologi terkini percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD) sudah dapat dilakukan. Salah satunya di Lamina Pain and Spine Center.
Harapan kesembuhan dengan teknologi PECD ini menjadi lebih baik dibandingkan dengan teknik sebelumnya, misalnya ACDF (anterior cervical discectomy and fusion).
Teknik PECD atau endoskopi leher ini merupakan teknik minimal invasive yang hanya memerlukan sayatan kecil sekitar 7 mm, menggunakan alat endoskopi berupa tabung yang dihubungkan dengan kamera dan monitor, sehingga saraf dapat terlihat sangat jelas.
Mengobati jepitan saraf di area leher (servikal) dengan teknologi PECD dilakukan untuk menghilangkan penonjolan bantalan sendi yang menjepit saraf tulang belakang, sebagai biang keladi nyeri.
Lamina Pain and Spine Center memiliki beberapa dokter bedah saraf yang berpengalaman melakukan PECD.

IPM dan RFA

Interventional Pain Management

Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang medis, kini sudah berkembang metode Interventional Pain Management (IPM) yang mempelajari ragam teknik intervensi dalam menangani berbagai tipa nyeri, baik subakut, akut, kronik, persisten, hingga nyeri yang sulit diatasi.

Penggunaan teknik intervensi itu bisa dipakai secara independen atau pun dengan modalitas terapi lainnya.

Metode Interventional Pain Management ini dilakukan sebagai terapi alternatif nonbedah yang dilakukan tanpa menghilangkan bantalan (diskus), ligamen atau sendi yang menghubungi saraf tulang belakang, dan dapat menjadi rujukan bagi pengobatan nyeri tulang belakangakut dan kronik dengan mengurangi frekuensi dan intensitas nyeri Anda.

Radiofrekuensi Ablasi (RFA)

Salah satu terapi intervensi yang sudah banyak digunakan secara luas adalah radiofrekuensi ablasi. Prinsip kerja terapi ini adalah mengalirkan aliran listrik yang diproduksi gelombang radio untuk memanaskan bagian saraf tertentu sehingga tidak bisa lagi mengirimkan sinyal nyeri.
Kategori nyeri yang bisa diterapi dengan RFA terutama adalah nyeri kronik atau berlangsung lama.

RFA dapat dilakukan pada:

  • nyeri tulang belakang (leher, punggung, dan pinggang), misalnya akibat saraf terjepit
  • sendi facet dan nyeri pada bantalan tulang
  • nyeri wajah sebelah, seperti trigeminal neuralgia.

Keunggulan RFA adalah:

  • Efektif untuk membantu mengurangi nyeri pada punggung, leher,
  • Nyeri akibat peradangan pada sendi (artritis),
  • Mengurangi penggunaan obat oral
  • Membantu memperbaiki gerak bagian tubuh yang tadinya sulit digerakkan akibat nyeri
  • Dilakukan sekitar 30-60 menit
  • Tidak perlu rawat inap
  • Menghilangkan nyeri cukup lama

Endoskopi PSLD

Teknologi Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD) memungkinkan menuntaskan nyeri Anda tanpa operasi dan tanpa rawat inap. Jangan khawatir, di Indonesia sudah dapat dilakukan teknologi ini, salah satunya di Lamina Pain and Spine Center, Jakarta.

Sebelumnya, tim pakar bedah saraf di Lamina akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan neurologis serta pemeriksaan radiologis seperti rontgen atau MRI, guna menegakkan diagnosis, menentukan penyebabnya, lokasi penyebab nyeri dan menyusun perencanaan pengobatannya.