Syaraf Kejepit Tanpa Operasi dengan Endoskopi

Anda mencari solusi syaraf kejepit tanpa operasi? Teknologi endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) dapat menyembuhkan saraf terjepit atau herniated nucleus pulposus (HNP) tanpa operasi.

Lamina Pain and Spine Center menaati Protokol Kesehatan Covid-19

Lamina Pain and Spine Center di Jakarta menerapkan dan melakukan protokol kesehatan Covid-19 sebab kami peduli akan kesehatan baik para pengunjung/pasien dan para pekerjanya.
* Mewajibkan penggunaan masker atau face shield
* Mensterilkan tangan dengan hand sanitizer atau dengan sabun
* Mengukur suhu tubuh dengan termogun
* Membatasi pendamping pasien (hanya diperbolehkan 1 orang)
* menjaga jarak juga berlaku di dalam lift dan di ruang tunggu
* Menyemprot ruangan dengan disinfektan setiap 1 jam sekali
* Dokter dan perawat mengenakan masker/face shield, serta alat pelindung diri (APD)
* Melakukan rapid test

Lamina Pain and Spine Center tetap buka untuk melayani Anda dan akan tetap mendukung usaha pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19.

Endoskopi PELD adalah tindakan medis yang bertujuan menghilangkan tekanan yang disebabkan tonjolan bantalan tulang (herniasi diskus) pada saraf pada tulang belakang.

Syaraf kejepit tanpa Operasi

Ilustrasi : Keuntungan endoskopi PELD

Prosedur ini hanya menimbulkan luka yang sangat kecil pada kulit, hingga pasien merasaka manfaat serta kenyamanan dengan lebih baik dibandingkan teknik bedah konvensional.

Selain luka yang sangat minimal pada pasien dengan kontraindikasi untuk dilakukan bius total, endoskopi PELD juga dapat dilakukan dengan pemakainan bius lokal.

Dengan teknik ini, pasien juga tidak harus berlama-lama di rumah sakit atau klinik atau rawat inap sebab dapat dilakukan one day care. Sebagaimana namanya, PELD dilakukan dengan prosedur endoskopi hingga juga dikenal dengan metode endoskopi PELD.

Dokter akan membuat garis sayat kecil di kulit sebesar 7 mm, lalu masuk ke dalam menuju foramen. Foramen merupakan area yang terdapat banyak persarafan dan menjadi tempat yang kemungkinan banyak terjadi jepitan saraf sehingga muncul sakit nyeri pada pasien.

Endoskopi PELD juga biasa dikenal dengan teknik stitchless surgery, sebab teknik ini tidak membutuhkan jahitan pasca prosedur tindakan.

Metode endoskopi PELD sudah bisa dilakukan di Indonesia, yaitu di Klinik kami, Lamina Pain and Spine Center.

Metode ini dilakukan agar membantu menghilangkan rasa nyeri dengan mengambil bantalan tulang yang menyebabkan saraf kejepit. tonton video penjelasan tentang teknik terbaru endoskopi PELD berikut ini;

Jepitan saraf itulah yang menyebabkan nyeri. Jika tonjolan bantalan tulang tersebut diambil dengan metode endoskopi PELD maka saraf akan terbebas dari jepitan dan rasa nyeri pun akan secara perlahan hilang.

Nyeri Syaraf Kejepit Sembuh dengan Endoskopi PELD tanpa Operasi

Saraf kejepit menyebabkan rasa nyeri luar biasa yang dapat membuat aktivitas pengidapnya terganggu. Ada beberapa jenis obat saraf kejepit yang memiliki cara kerja yang berbeda. Supaya hasilnya maksimal, pengobatan saraf kejepit kadang perlu dikombinasi dengan pengobatan lainnya.

Saraf kejepit ialah kondisi dimana saraf tertekan oleh jaringan sekitar, yaitu tulang, tulang rawan, tendon, ligamen, atau otot.

Baca juga : Endoskopi PECD

Hal tersebut jelas mengganggu fungsi saraf serta menimbulkan berbagai macam gejala, seperti nyeri, kesemutan, bahkan mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko saraf kejepit, diantaranya berat badan yang berlebihan, kehamilan, cedera disebabkan kecelakaan atau olahraga, radang sendi, serta tekanan pada bagian tubuh tertentu yang dikarenakan gerakan berulang atau posisi tubuh yang kurang tepat.

Penyebab Saraf Kejepit

Saraf kejepit diantara penyebabnya adalah perubahan struktur tulang akibat usia atau juga proses penuaan. Meski demikian ada juga pasien berusia muda yang melakukan metode endoskopi saraf kejepit tersebut.

Saraf kejepit mungkin juga merupakan penyakit degeneratif yang muncul disebabkan faktor usia.

Penggunaan otot tulang punggung untuk beban yang sangat berat (contohnya memaksakan mengangkat benda berat)  juga dapat menimbulkan rasa nyeri akibat terjadi perubahan bantalan tulang pada ruas tulang belakang. Terlebih jika jarang berolahraga.

Selain itu, trauma kecelakaan, entah kecelakaan kendaraan bermotor atau cedera karena berolahraga; hingga terjadi benturan langsung pada pinggang dapat menyebabkan bantalan tulang rusak.

Pekerjaan, posisi duduk terlalu lama juga dapat menjadi penyebab risiko saraf kejepit. Gejala yang muncul bergantung pada lokasi saraf terjepit.

Gejala Saraf Kejepit

Bila terjadi penonjolan bantalan tulang (herniasi) di diskus L5-S1 (sekitar pinggang) maka akan menekan saraf S1. Gejalanya nyeri akan merambat ke bokong, paha area belakang, tungkai bawah, lalu turun hingga sampai ke tumit. Mati rasa atau kebas/baal terkadang terasa di betis. Jika berlanjut, akan dapat menyebabkan kesulitan saat berjalan.

Bila herniasi ada pada ruas L4-L5 maka kemungkinan akan menekan saraf L5, nyeri juga sampai ke bokong, paha bagian belakang, hingga kaki (bagian bawah dan atas). Andai berlanjut, dapat mengganggu pergerakan pergelangan kaki atau disebut dengan foot drop. Foot drop adalah kesulitan mengangkat kaki bagian depan yang membuat penderita melangkahkan kaki dengan terseret. Rasa kebas atau mati rasa akan dirasakan pada sisi kaki bagian bawah.

Bila L3-L4 biasanya menekan saraf L4, lalu timbul nyeri pada bokong, sisi paha serta bagian depan tungkai bawah. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kelemahan ketika menekuk kaki atau meluruskan lutut dan mati rasa pada bagian depan kaki.

Relatif jarang terjadi herniasi L1-2 dan L2-3; merasa nyeri dan mati rasa di paha bagian samping depan juga kelemahan otot paha bagian depan.

Dalam kasus krisis, saraf terjepit tersebut bisa mengenai sebagian saraf di bagian bawah hingga menyebabkan “sindrom cauda equina”. Ketika ini terjadi, sistem usus dan kandung kemih akan terganggu yang disertai nyeri, kaki lemas, mati rasa, atau bahkan kaki menjadi lumpuh. Sindrom ini memerlukan pengobatan segera.

Sembuhkan Syaraf Kejepit dengan Endoskopi PELD tanpa Operasi

Metode PELD memiliki perbedaan dengan metode-metode endoskopi syaraf kejepit perkutan yang lain. Sebab tindakan didukung dengan menggunakan guiding  C-arm supaya lebih akurat. Metode tersebut merupakan cara sembuh dari HNP yang sekarang ini sangat diharapkan oleh para pasien.

Keunggulan endoskopi PELD adalah sebagai berikut :

  • Waktu pelaksanaan singkat, yakni sekitar 45 menit.
  • Dilakukan dengan anestesi lokal.
  • Tidak merusak struktur anatomi jaringan yang ada di sekitar saraf, yakni otot, ligament, tendon, tulang
  • Proses pemulihan cepat
  • Tanpa rawat inap

Pascatindakan endoskopi PELD, dokter merekomendasikan untuk menghindari melakukan aktivitas di bawah ini dalam waktu tertentu, yaitu menyetir, duduk dalam waktu yang lama, mengangkat beban berat, dan membungkuk atau memungut benda-benda yang jatuh.

Baca juga: Endoskopi PELD Atasi Nyeri Pinggang Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini